Pesona Labangka, Pantai Selatan Plampang

Keindahan hanya bisa dilihat oleh mata yang indah, keindahan atas setiap hal buruk hanya bisa dicari dan ditemukan oleh pikiran yang indah.

Bertepatan dengan Idul Adha 1436 H (24 September 2015) kali ini saya merayakannya di Kota Lain yaitu Plampang beserta keluarga. Plampang adalah kota kecil yang berada di Kabupaten Sumbawa, suasana Kota ini cukup tenang karena aktifitas masyarakat disini hanya sampai jam 12 siang. Seperti biasa ciri dari Pulau Sumbawa yaitu terik matahari yang cukup membuat saya harus meneguk 2 botol air mineral dingin.

Perjalanan dari Bima ke Plampang memakan waktu 4 jam perjalanan dengan memakai mobil, selama dalam perjalanan menuju Plampang tidaklah begitu membosankan karena banyaknya view-view yang indah. Setelah sampai di Plampang tepat pukul 18.40 wita di rumah saudara, setelah makan malam dan berbincang sejenak kami langsung beristirahat untuk persiapan Sholat Ied dan menuju Pantai Labangka besok.

Jam 6 pagi kumandang takbiran terdengar dari Masjid, kamipun sekeluarga bersiap untuk melakukan Sholat Ied Idul Adha di Masjid bersama masyarakat Plampang. Suasana yang cukup ramah dan menyenangkan selesai Sholat sambil mendengarkan Ceramah yang juga sangat menarik dari Khatib.
Seusai Sholat Ied kami melanjutkan persiapan untuk menuju Pantai Labangka menunggu masakan Ibu Sup Ayam dan daging Rusa Tumis yang sangat luar biasa lezatnya. Jam menunjukkan pukul 10.00 wita semua pasukan berkemas dan bersiap menuju pantai, karena mobil tidak begitu memadai jumlah pasukan sehingga sebagian memakai motor untuk menuju pantai.

Yuk! Ke Mesjid Agung Darussalam KSB

Halo sobat traveler. Tidak terasa sekarang kita sudah berada di bulan Ramadhan. Selamat berpuasa ya buat teman-teman yang menjalankan. Semoga walaupun jalan-jalannya jalan terus stamina tetap terjaga. Kalau sekiranya merasa tidak kuat sebaiknya travelingnya stop dulu atau pilih destinasi yang aman-aman aja atau kalau rekomendasi dari jelajahsumbawa.com sih kamu jalan-jalan ke bangunan-bangunan bersejarah atau ke mesjid-mesjid keren yang ada di Sumbawa besar dan sumbawa barat aja. Di Sumbawa besar kamu bisa ke Mesjid raya Nurul Huda sekalian selfiean sambil belajar sejarah di Istana dalam Loka yang berseberangan dengan mesjid. Kalau kami lagi di KSB gak ada salahnya jalan-jalan ke mesjid Raya Darussalam, disana kamu bisa baca-baca di perpustakaannya untuk menambah informasi dan ilmu, tilawah disana juga sepertinya asik soalnya suasana mesjidnya adem, ditambah lagi dengan pemandangan sekelilingnya yang keren. 

Ngomong-ngomong mesjid Agung Darussalam Taliwang, mesjid keren ini bener-bener menjadi mesjid terbesar pertama lho di NTB, sekarang sih udah ada Islamic Center di Mataram yang terbesar. Tapi melihat desainnya kamu pasti berdecak kagum, pasalnya desain mesjid ini tidak sama seperti mesjid kebanyakan di NTB. Mesjid yang berada di kawasan Kemutar Telu Center (KTC) 
ini resmi digunakan pada tanggal 9 Juli 2010. Menjadi mesjid kebanggaan masyarakat KSB dan Sumbawa. Kegiatan-kegiatan keagamaan diperingati dan diadakan di mesjid ini jadi tak heran jika masyarakat tumpah ruah disini. 

Masjid Agung Darussalam, bangunan yang berdiri megah di atas kolam persegi  empat itu  sedikitnya menghabiskan dana pembangunan sekitar Rp35 miliar. Masjid ini berada di Kompleks KTC seluas 48,2 hektar yang berdiri sejajar dengan Graha Fitrah, dan Tugu Syukur.

Jelajah Uniknya Kehidupan di Pulau Bungin

Pagi hari sekitar pukul 8.30 Wita suara dokar dan gemericik bunyi kalung kuda yang menarik Dokar di sekitar pasar Alas - Sumbawa menemani aktifitas para penduduk, ramai dan macet di depan pasar Alas membuat saya untuk beristirahat sejenak dan memarkirkan sepeda motor di pinggir jalan raya depan pasar, sambil menunggu kemacetan reda saya pun menggunakan kesempatan untuk mengabadikan gerombolan Dokar yang parkir di depan pasar, di sumbawa aktifitas tranportasi tradisional masih di pakai dan masih terawat dengan baik.

Satu hingga sepuluh kali jepretan membuat saya sejenak melupakan kemacetan yang ada, begitu melihat kemacetan sudah agak reda saya pun melanjutkan perjalanan untuk menuju pulau terpadat di Dunia yaitu Pulau Bungin, dari pasar Alas kurang lebih 100 meter di tikungan kedua sebelah kiri jalan kearah barat di situ terdapat kampung kecil di kampung kecil tersebut juga merupakan jalan menuju Pulau Bungin, bagi yang belum pernah ke Pulau Bungin bisa menanyakan arah menuju Pulau kepada penduduk sekitar.

Gimana Komentar Kamu Setelah Liat Video-Video Keren ini?

Video-video karya kawan-kawan Nomviker Look ini adalah bukti nyata bahwa pariwisata Sumbawa dan Sumbawa Barat itu tidak bisa diremehkan. Di video ini kamu bakalan lihat fantastisnya keindahan Sumbawa dan Sumbawa Barat. Pantai, Gunung, Air Terjun semua begitu membuat mata terpesona dan hello.. yakin gak pengen liat pemandangan ini dengan mata kepala sendiri secara live? So, Ayo ke Sumbawa!

Satu lagi, selain memiliki destinasi wisata yang keren ternyata Sumbawa juga memiliki anak-anak muda yang keren dan kreatif seperti kawan-kawan di Nomviker Look ini. Biar gak ketinggalan video-video baru mereka, subcribe sekarang juga channel youtube mereka disini

Yuk liat video-video keren mereka di bawah ini :

Nontonnya pake kualitas 720p atau 1080p ya biar makin mantab!

Dari Puncak Tambora Hingga Desa Mantar. Ini Sumbawa!

Senang sekali rasanya ketika buka instagram dan searching hastag #JelajahSumbawa dan #AyoKeSumbawa ada ratusan bahkan ribuan foto-foto keren disana. Ini kabar baik buat pariwisata Sumbawa. Kita semua meyakini, semakin banyak orang-orang yang berbagi foto tentang keindahan alam di Sumbawa semakin banyak pula orang-orang yang tahu dan ingin ke Sumbawa serta yang pasti Sumbawa memiliki potensi pariwisata yang luar biasa dan gak kalah dari Bali maupun Lombok hanya saja belum terxplore secara menyeluruh. Disitulah letak tantangannya, tarveling ke Sumbawa punya daya tarik dan sensasi tersendiri karena kamu bakal menemukan tempat-tempat baru, benar-benar alami dan yang pasti kamu akan merasa seperti sedang berada di kawasan pribadi karena masih sepi. Keamanan? Hmm Sumbawa terkenal dengan keamanan pariwisatanya. Masyarakat Sumbawa adalah masyarakat yang ramah dan sangat menghormati tamu. Sapalah mereka, maka mungkin kamu akan mendapatkan makan siang gratis di Sumbawa. Orang Sumbawa sangat terbuka dengan para pendatang apalagi para traveler yang datang dengan niat baik untuk berkenalan dan ingin menikmati indahnya Pulau Sumbawa. So tunggu apalagi. kemasi ranselmu. Ayo ke Sumbawa!

Di bawah ini adalah foto-foto terbaik minggu ini (30/05) dengan hastag #JelajahSumbawa dan #AyoKeSumbawa. Di cek yuk kali aja ada foto-foto kamu!