Rabu, 02 April 2014

Keunikan dan Misteri di Gua Liang Petang

AyokeSumbawa. Gua unik dan bersejarah ini terletak di punggung sebuah gunung dalam hutan yang berlokasi cukup jauh dari desa Batu Tering Kecamatan Moyo Hulu kabupaten Sumbawa. Untuk menuju lokasi, kita bisa menggunakan sepeda motor dari desa Batu Tering, kemudian berjalan kaki melewati sebuah sungai kecil indah bernama TIU SEKAT (Sungai yang sempit) karena diapit tebing batu cadas, airnya berwarna hijau berkilau, sungai tersebut akan menggoda anda untuk terjun merasakan kesejukannya sebelum kemudian menembus hutan selama kurang lebih 25 menit untuk sampai di pintu gua. 

Gua ini sangat gelap, karena itu penduduk lokal disana menamakannya LIANG PETANG yang jika diartikan secara bebas, sama dengan GUA MALAM. Mulut gua tidak terlalu besar, untuk memasukinya kita harus melewati sebuah titian kecil yang terbuat dari beberapa batang kayu.

Ruangan didalam gua cukup luas, berbagai keunikan mulai tampak tatkala kita berada didalamnya. bentuk- bentuk stalagnit yang menempel di langit-langit gua menambah kesan tersendiri.
 
Sekat-River

Senin, 24 Februari 2014

Makam Karongkeng dan Ceritanya

Kawan-kawan pernah dengar Makam Karongkeng / Makan Haji Kari (Tomb Karongkeng)? Makam Karongkeng adalah salah satu peninggalan sejarah masuknya Islam ke Pulau Sumbawa. Siapa yang berbaring di bawahnya? Lalu apa pesan yang terkandung dalam pahatan tulisan arab di batu nisannya? Berikut ini sedikit penjelasan dari Kak Ace tentang makam Karongkeng. Penjelasannya saya ambil dari komentar facebook di halaman LSO Tour.

Makam Karongkeng (Foto by Fahri Samalewa)
  • Makam Haji Kari ( Haji Abdul Karim ) merupakan salah satu cagar budaya Islam teregistrasi Nasional di Kabupaten Sumbawa. Juru peliharanya sdr Adnan telah diangkat sbg PNS oleh Pemerintah Pusat  

Sabtu, 01 Februari 2014

Fakta dan Cerita Unik di Balik Wishing Stone Satonda Island

LSOtour. Danau Motitoi adalah danau yang terletak di tengah pulau Satonda, danau dengan diameter terpanjang 950m, dan terpendek 450m, dengan kedalam 60-84m,  terhampar indah ditengah pulau Satonda yang memiliki luas 535 hektar, dilindungi oleh hutan lebat dan daerah perbukitan yang indah, dengan ketinggian tertinggi 300mdpl. dahulu kala, terdapat sebuah desa di sisi Timur Pulau, yang dihuni hanya oleh beberapa keluarga, namun disekitar tahun 90an, oleh pemerintah Kabupaten Dompu mereka dipindahkan ke pulau Utama (pulau Sumbawa), sejak saat itu, pulau Satonda menjadi pulau tak berpenghuni hingga sekarang.

Ada beberapa teori dari para ahli tentang sejarah terbentuknya Danau Motitoi, antara lain, oleh Prof Stephen dari Hamburg University dan Prof Kamirsac dari Polandia serta beberapa tim ahli lainnya yang melakukan penelitian di Danau Motitoi Pulau Satonda pada tahun 1996. Dengan melihat lokasi danau yang berada lebih rendah dari permukaan laut, serta tidak ditemukannya kehidupan di dalam danau selain dari ikan-ikan kecil yang tidak bisa tumbuh besar, mereka berpendapat bahwa danau motitoi terbentuk ribuan tahun yang lalu, ketika sebuah gunung api bawah laut meletus dan kemudian membentuk sebuah caldera.

Tak Hanya Indah, Tapi Juga Legenda, Sejarah dan Ilmu Pengetahuan, That's Satonda Island!

“We can wander through the forest, to the higher place where we can gaze down on the water, to the lake of Motitoi, and let the nature embrace you “­

DSC_0066

LSOtour. Di sisi manapun kamu berada, kamu hanya akan melihat keindahan yang alami, ada perasaan terasing ketika kaki melangkah untuk petama kalinya di pulau kecil yang begitu banyak menyimpan legenda, sejarah bahkan ilmu pengetahuan ini. lihatlah di pinggir danaunya yang indah, disana kamu bisa menjumpai terumbu gampingan Stromatolit yang berasal dari jaman rezen, sekitar Ribuan bahkan jutaan tahun yang lalu, lihatlah keatas pohon2 di pinggir danau, disana ada banyak pohon berbuah batu, yang digantung oleh para pengunjung yang berharap keinginnannya akan terkabul. Namun sayang ada satu benda peninggalan sejarah yang sempat dihancurkan oleh mereka yang tidak mengerti akan sejarah, adalah sebuah patung seorang ibu yang menggendong anaknya, andai patung itu masih ada, tentunya akan menjadi sebuah object yang sangat unik, dan penting untuk ditelusuri sejarahnya, apalagi lokasinya yang terletak diatas sebuah bukit, dimana kita bisa melihat pemandangan danau Motitoi secara keseluruhan.

Selasa, 28 Januari 2014

Legenda Menir Raboran

LSOtour. Di sebuah negeri yang damai bernama Raboran, tersebutlah sebuah nama yang indah, seindah Bunga. “Menir“, seorang gadis cantik dari keluarga yang sederhana yang tinggal disekitar Lembah Patonang gunung Raboran. . parasnya yang ayu seperti Bunga Menir di Tana Samawa (Sumbawa), serta kelembutan hatinya telah tersebar disegala penjuru negeri Samawa saat itu. Begitu memikatnya, Menir menjadi idaman para pria dari berbagai kerajaan yang ada.

Seiring waktu, Sang gadis beranjak dewasa, Parasnya semakin terlihat cantik, Tapi Kecantikan itu ternyata membawa petaka yang berkepanjangan pada negerinya yang damai. Tahun demi tahun terlewati, negeri Raboran pun berubah menjadi medan adu kejantanan bagi para kesatria-kesatria tangguh yang ingin memenangkan hati sang gadis. Kematian dimana-mana, tanah yang subur bersimbah darah para kesatria. Hingga akhirnya tersisa 3 orang kesatria yang sama-sama tangguh, “Jawang Patonang” dari lembah Patonang, “Balo Kebo” dan “Sangkre”. Tidak satupun dari mereka yang terkalahkan, mereka sama-sama memiliki kesaktian, mereka bertahan hingga satu waktu dimana kemudian si Gadis Menir secara mengejutkan membuat suatu keputusan.






postingan banner photo BannerPosting_zps207aaa96.png