Gaungkan #NTBBangkit, Tiga Menteri Hadir di Sail Moyo Tambora 2018

Semangat membangkitkan Nusa Tenggara Barat pascagempa, terus digaungkan. Salah satunya lewat event internasional Sail Moyo Tambora 2018. Event ini juga menjadi tempat berlabuhnya peserta Wonderful Sail To Indonesia 2018.

Event ini menjadi momentum bagi pemerintah untuk mengenalkan kepada dunia jika NTB mulai bangkit dari bencana. Buktinya, Tiga Menteri Kabinet Kerja akan hadir di puncak acara Sail Moyo Tambora 2018.

Yaitu Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut B Pandjaitan, Menteri Pariwisata Arief Yahya, dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. Opening Ceremony Sail Moyo Tambora akan dihelat di Pelabuhan Badas, Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB), Minggu (9/9). Hastag #NTBBangkit pun ikut digaungkan.

"Gempa yang melanda Lombok Sumbawa, telah membuat sejumlah infrastruktur rusak, tetapi sejumlah destinasi wisata masih terhindar dari gempa, sehingga masih aman untuk dikunjungi siapapun. Dengan adanya event ini, Serta didukung kehadiran tiga Menteri. Kami berharap pariwisata Lombok dan NTB secara umum dapat segera bangkit," Asisten Deputi Pengembangan Pemasaran I Regional III Ricky Fauzi di Sumbawa Barat, Sabtu (8/9).

Ricky menyebut, opening ceremony akan menampilkan atraksi budaya Bumi Gora. Sedikitnya 140 yachter dari berbagai negara akan terlibat. Mereka berlayar ke Sumbawa untuk melihat bagaimana keindahan alam dan kebudayaan yang ada di pulau Sumbawa.

Sail Indonesia Moyo Tambora 2018 diselenggarakan bersama oleh Pemkab Sumbawa dan Pemprov NTB bersama Kemenko Maritim RI, Kemenpar RI. Event ini merupakan salah satu upaya dalam mempromosikan potensi wisata bahari NTB ke kancah intemasional.

“Pulau Satonda, Pulau Moyo, dan Tambora (Samota) sebagai sumber daya tarik alam (nature) yang sangat potensial dan prospektif untuk dikelola secara berkelanjutan sebagai taman buru, taman wisata alam laut, taman nasional Gunung Tambora. Nantinya juga akan ada Penandatanganan prasasti Penetapan Prasasti Taman Nasional Moyo Santonda," ujar Ricky.

Tidak hanya itu, rencananya juga akan ada prasasti lainnya yang akan ditanda tangani Menkomar Luhut B Pandjaitan. Seperti Jembatan Samonta, Penandatanganan sampul prangko Sail Moyo, Perubahan Bandara Lombok menjadi Bandara International Zainudin Abdul Madjid, dan Bandara Muhammad Kaharudin.

Menteri Pariwisata Arief Yahya juga mengapresiasi perhelatan Sail Moyo Tambora 2018. Saat tiba di Sumbawa, Sabtu (8/9) pukul 11.15 WITA, Menpar Arief Yahya juga meninjau langsung persiapan kesiapan Opening Ceremony Sail Moyo Tambora 2018 di Labuan Badas. Tidak hanya meninjau kesiapan lokasi, Menpar pun meninjau fasilitas di Media Center untuk rekan-rekan media yang meliput.

"Sail Moyo Tambora 2018  mengangkat nama Pulau Moyo yang eksotis dan banyak menarik tokoh dan selebritis dunia berwisata ke sana antara lain mendiang Putri Diana, musisi rock legendaris Amerika David Bowie, petenis cantik Rusia Maria Sharapova, serta Gunung Tambora yang mengalami erupsi hebat pada 1815 dan mengguncang dunia,” kata Menpar Arief.

Share:

Sail Moyo Tambora 2018 Untuk Lombok Sumbawa Bangkit

Suatu kebanggaan bagi Provinsi Nusa Tenggara Barat, khususnya Pulau Sumbawa, leblih khususnya Kabupaten Sumbawa.
Pelaksanaan Sail Indonesia akhirnya bisa menurunkan jangkarnya di perairan Sumbawa. Setelah perjuangan panjang sejak tahun 2015, akhirnya tahun ini Seremoni Sail Indonesia akan dilangsungkan di Sumbawa dengan nama Sail Moyo Tambora 'Discover Samota'.
Menjadi suatu kebanggaan tentunya, karena melalui kegiatan ini Sumbawa mendapatkan perhatian khusus.

Pelaksanaan kegiata ini akan berdampak langsung pada Atraksi, Amenitas dan Aksesibiltas di Pulau Sumbawa. Karena tidak sedikit Kementerian yang terlibat secara langsung dalam even tahunan yang melibatkan kapal layar dari berbagai negara ini.


Kementerian Pariwisata, Kementerian Kemaritiman, serta Kementerian Perhubungan adalah deretan Kementerian yang terlibat secara langsung dalam even ini.

Dampak jangka pendek dan jangka panjang dari even ini sudah terlihat sejak beberapa minggu sebelum pelaksanaa kegiatan. Perbaikan infrastruktur, meningkatnya jumlah tamu di hotel hingga dihadirkannya homestay, penambahan penerbangan, hingga promo destinasi pariwisata Sumbawa.

Even ini jelas menjadi momentum yamg tepat bagi kebangkitan NTB pascabencana gempa. Even ini seakan akan memberikan sinyal positif pada dunia bahwa Pulau Sumbawa dan Pulau Lombok telah siap menerima kedatangan para wisatawan.

Mari sukseskan pelaksanaan Sail Indonesia Moyo Tambora 2018.
Mari jadi tuan rumah yang baik.


Share:

Discover Sumbawa di Festival Pesona Moyo 2018

Genpilomboksumbawa.com, SUMBAWA – Mengeksplorasi Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB), adalah petualangan yang luar biasa. Serunya seperti tidak pernah habis. Selalu ada tempat asyik untuk ditaklukan. Belum lagi kekayaan budayanya yang begitu berwarna. Ditambah keramahan masyarakatnya. Pokoknya, dijamin bikin ketagihan.
Semua akan terangkum di Festival Pesona Moyo (FPM) 2018 yang akan dipusatkan di Pelabuhan Badas, Sumbawa. Waktu pelaksanaannya super panjang. Yaitu 9 sampai 23 September 2018. Beragam suguhan budaya dipastikan hadir untuk memanjakan wisatawan.
“Kalau bicara soal destinasi, Sumbawa itu salah satu jagoannya. Alamnya tak perlu diragukan, apalagi budaya. Dan semua itu siap dieksplor di Festival Pesona Moyo 2018,” kata Menteri Pariwisata Arief Yahya, Rabu (5/9).
FPM 2018 merupakan penyelenggaraan yang ketujuh. Event ini pertama kali diadakan tahun 2012.
Perhelatan tahunan ini akan mengupas tuntas kekayaan adat Sumbawa. Khususnya yang berkenaan dengan tradisi air. Keseruan event akan dibuka dengan parade perahu hias tanggal 9 September. Selanjutnya ada Ritual Adat Melala pada 11 September.
Konservasi alam mengedepankan pariwisata berkelanjutan pun tak luput dari perhatian. Ini dibuktikan dengan digelarnya Kemah Bakti Konservasi Jelajah Wisata Alam Pulau Moyo pada 12-13 September 2018.
Tradisi unik Main Jaran menjadi sajian berkelas yang sayang untuk dilewatkan. Main Jaran adalah pacuan kuda tradisional. Dimana joki-jokinya masih tergolong anak-anak. Meski begitu mereka sangat terampil dalam mengendalikan dan memacu kuda-kudanya di arena balapan. Event ini akan dihelat pada 12-13 September dan dilanjutkan pada 15-16 September 2018.
Yang tidak kalah menarik adalah Saka Buffalo Race atau pacuan kerbau. Event ini akan dilaksanakan pada 15 September 2018. Peningkatan perekonomian lewat pariwisata pun di kupas tuntas di Temu Usaha pada 17 September. Selain itu ada Gebyar Pesta Jagung yang dilaksanakan pada 18 September.
Expo UKM serta pertunjukan budaya yang dilaksanakan sepajang perhelatan sudah pasti wajib disambangi. Balap Sampan serta Seminar Kesehatan menjadi sajian lain yang melengkapi festival. Keduanya akan dihelat pada 22 September 2018. Kemeriahan pun ditutup dengan Fishing Contest yang dilaksanak pada 23 September 2018.
“Festival ini bukan sekadar untuk meningkatkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif serta membangkitan seni budaya di Kabupaten Sumbawa. Tetapi juga salah satu tonggak bangkitnya pariwisata NTB yang baru saja dilanda bencana gempa. Sekaligus momentum untuk menyatakan bahwa NTB itu aman. NTB itu menawan,” ujar Menpar Arief Yahya.
Hal itu pun diamini oleh Asisten Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Regional III Kemenpar, Ricky Fauzi. Dalam hal keindahan alam dan keragaman budayanya, Sumbawa tak kalah dengan pulau tetangganya, yakni pulau Lombok.
Bahkan, salah satu pulau di Sumbawa, yaitu pulau Moyo telah kondang semancanegara. Pulau Moyo telah menjadi tujuan wisata orang-orang terkenal, seperti Lady Diana, Mick Jagger, Maria Sharapova, dan David Becham.
Terletak sekitar 2,5 km di utara Pulau Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB), pulau seluas 350 km persegi itu dikelilingi alam laut nan indah dan dan pantai nan eksotis. Belum lagi kekayaan bawah lautnya. Terumbu karang alami, ikan-ikan berwarna-warni akan menemani aktifitas bawah laut wisatawan.
“Belum lagi air terjun Diwu Mba’i dan Mata Jitu. Sudah pasti keren. Bahkan Mata Jitu telah tersohor hingga mancanegara. Ada “Queen Waterfall” dan tua tingkat pemandian di dalamnya. Tercatat mendiang Lady Diana, Mick Jagger, Edwin Vander Sar dan Maria Sharapova pernah mandi di air terjun ini. Kekayaan Dari pulau itulah nama Festival Pesona Moyo diambil,” ungkap Ricky.
Aksesibilitasnya pun sudah mumpuni. Pulau Sumbawa sangat mudah dicapai dari Lombok. Dari Bandara Lombok, kita bisa menyewa mobil menuju Pelabuhan Kahyangan yang memerlukan waktu tempuh 2-3 jam. Dari pelabuhan ini, kita menumpang kapal ferry yang akan berlayar menyeberangi Selat Alas selama sekitar dua jam menuju Pelabuhan Poto Tano di Sumbawa.
Jika kurang berkenan dengan perjalanan via laut, ada maskapai yang melayani penerbangan dari Bandara Lombok ke Bandara Sultan Muhammad Kaharuddin III, Sumbawa. Selain dari Lombok, ada penerbangan yang melayani destinasi Sumbawa dari kota-kota lain seperti Jakarta, Surabaya, Kupang dan Yogyakarta.
“Begitu juga amenitasnya. Pilihan hotel atau penginapan di Sumbawa memang tak sebanyak di kota-kota besar di Indonesia. Namun, pilihannya cukup variatif, dari hotel budget sampai hotel berbintang. Kita tinggal memilih mana yang sesuai dengan kebutuhan dan dana wisatawan. Jadi tunggu apalagi, silahkan datang dan nikmati Festival Pesona Moyo 2018,” pungkas Ricky.



Share:

Lombok Sumbawa Siap Sukseskan Event Internasional Sail Moyo Tambora 2018

Eksotisnya perairan laut Sumbawa dan cantiknya pulau Moyo, kini siap menyambut para yachter dunia. Event internasional Sail Moyo Tambora (SAMOTA) 2018 akan segera hadir. Lima hari lagi, ragam kegiatan menarik akan dimulai. Selama dua pekan, dimulai hari Minggu 9 September sampai 23 September nanti.

Tak hanya Sumbawa dan Moyo, berbagai rangkaian acara disiapkan. Event rutin yang libatkan yachter dari 42 negara, tahun ini penyelenggaraannya dipercayakan pada NTB (Lombok dan Sumbawa). SAMOTA 2018 menggunakan tagline 'Discover Samota'.

Ragam kegiatan yang tak hanya eksplorasi keindahan Tambora, Moyo dan Lombok. Selama dua pekan, peserta dan pengunjung diajak menikmati ragam kuliner nusantara. Event-event lomba berskala internasional. Seminar International Asia Pacific Geopark Network yang direncanakan berlangsung pada 14 September. Ada pula International Paragliding Competition di desa Mantar, Sumbawa, pada 16 September nanti.

Semua rangkaian kegiatan dimulai di Bima. Kabupaten yang terletak di ujung timur Pulau Sumbawa. Para yachter akan datang di kota ini, setelah trip mereka dari Labuan Bajo dan Pulau Komodo. Penyambutan khas dari Kesultanan Bima akan memberikan nuansa tersendiri. Selanjutnya, para yachter akan menikmati megahnya kaldera Tambora. Volcano Tour Gunung Tambora, direncanakan pada tanggal 7 sampai 8 September.

Kembali dari gunung berketinggian 2581 mdpl ini, para yachter dipersiapkan meramaikan Opening Ceremony sekaligus Gala Dinner. Seremoni ini dipusatkan di Kantor Bupati Sumbawa. Pembukaan yang dirangkaikan dengan beragam acara lainnya. Ada Pertunjukan Seni dan Budaya, juga Maritim dan Tourism Expo.

Di hari berikutnya, City Parade menyuguhkan kebudayaan unik Sabalong Samalewa. Masih di hari yang sama, Moyo Tambora Fun Run yang finish di Pantai Saliper Ate, berikan relaksasi bagi para yachter. Sekaligus juga menikmati keindahan pantai alami Sumbawa. Di pantai cantik ini pula dilangsungkan International Culinary Program. Sajian kuliner nusantara dan khas masyarakat setempat.

Selanjutnya, berturut-turut Dialog Budaya Maritim, Investment Forum, serta International Tenun Festival. Wadah untuk mempertemukan para pegiat kreatif dan seni, dengan para investor. Usaha menjembatani terbukanya industri dan investasi bisnis di Sumbawa.

Total 19 rangkaian acara menarik dipersiapkan di SAMOTA 2018. Jika ragam acara di atas berlangsung di Pulau Sumbawa ( Tambora dan Moyo), di pekan ke-2 para yachter akan menikmati eksotisme Lombok.

Para yachter bergerak menuju Teluk Medana dan direncanakan sampai di teluk indah ini pada 20 September. Senggigi Jazz Festival, menjadi pertunjukan utama, berlokasi di jantung kawasan wisata tereksis di Lombok. Penutup dari keseluruhan rangkaian acara, Farewell Party, dilaksanakan di Gili Mas, Lembar. Tepatnya di Dermaga Cruise, di pelabuhan sisi barat Lombok.

Menteri Pariwisata RI, Ir Arief Yahya, tegaskan kesiapan Lombok Sumbawa menyelenggarakan event kelas dunia ini.

"Lombok sudah terbukti sukses sebagai penyelenggara Multi Naval Exercise Komodo (MNEK) 2018, di awal Mei lalu. Rekam Zero Accident dan Zero Complaint selama pelaksanaan MNEK 2018 merupakan prestasi. Kepercayaan diri atas kesuksesan tersebut yang meyakinkan banyak pihak, bahwa SAMOTA 2018 akan sama suksesnya."

Share:

Batu Bolong di Pantai Poto Batu, Taliwang

Sumbawa Barat menyimpan buanyak keindahan alam yang belum semua travelers tau. Beberapa diantaranya ada di blog ini. 

Selain Pantai Maluk yang kece dengan pasir putih lembut dan air lautnya yang hijau toska, ada satu destinasi lagi yang gak kalah kece dengan Pantai Maluk. Sebut saja, Poto Batu.

Poto Batu terletak diantara Kota Taliwang dan Desa Labuan Lalar. Lebih tepatnya Poto Batu terletak di pinggir jalan raya, jalur Kota Taliwang menuju Jereweh dan Pantai Maluk. Hanya lima menit dari Kota Taliwang, kita sudah sampai di destinasi ini.

Gak ada tiket masuk ke pantai ini, bahkan parkir pun gak dipungut biaya, asyik kan ?. Disaat kami sudah berada di pinggiran pantai, saya melihat para pedagang sedang mendirikan tendanya untuk berjualan menjelang senja sampai malam hari. Pemandangan yang asyik.

Poto Batu merupakan sebuah pantai yang cukup unik. Ada sebuah batu besar yang ditengah-tengahnya ada lubang berdiameter tiga hingga empat meter yang menyerupai terowongan yang menembus hingga ke bibir pantai yang dipenuhi oleh batu-batu karang.

Oleh warga setempat dinamakan Pantai Poto Batu karena ada sebuah batu besar di salah satu sisi pantai. Poto Batu memiliki arti "Batu di ujung" maksudnya di ujung pantai ini terdapat sebuah batu besar yang menyerupai goa karena memiliki lubang di tengahnya. Lubang ini seperti terowongan yang menembus sisi bagian batu yang menghadap ke laut. Jika  penasaran dengan batu berlubang ini, Kamu harus mencoba untuk memasuki lubang yang lumayan besar untuk menuju bagian batu-batu karang.

Disamping keunikan dari batu ini, ada sisi lain yang cukup membuat sedih. Di salah satu bagian dinding batu ada coretan yang gak perlu, bahkan merusak keindahan dari pantai ini. Ayook, buat para pengunjung, jaga kebersihan dan keindahan pantai kita yaa !. Jangan melakukan vandalisme alias coret-coret di sembarang tempat !. Semoga saja sesudah tulisan ini saya posting, coretan di batu itu sudah dibersihkan oleh pengelola setempat.

Next... Keunikan lainnya dari pantai ini yaitu pasirnya yang berwarna kecokelatan seperti tanah. Setelah diperhatikan, Poto Batu merupakan muara yang mempertemukan aliran sungai-sungai yang mengalir dari Kota Taliwang. So.. Mungkin ini yang membuat warna pasir dari pantai ini berwarna cokelat karena bercampur dengan tanah. 

Cuaca di Pantai Poto Batu cukup cerah. Angin sore yang cukup kencang dan deburan ombak yang lumayan besar membuat pakaian yang saya kenakan setengah basah oleh ombak yang menabrak batu karang. Pemandangan dari pantai ini bisa dibilang kece. Kita bisa melihat para nelayan yang akan berangkat memancing dengan perahu layar yang sangat sederhana.

Perahu-perahu layar jaman sekarang sudah dilengkapi dengan mesin tempel. Beda seperti dulu yang hanya mengandalkan arah angin darat untuk menuju ke tengah lautan. Melihat Gili Puyung dari kejauhan, deretan perbukitan yang hijau dan paling penting, sinyal hp juga cukup kencang disini.

Aplagi jika berkunjung di bulan puasa, banyak para pengunjung yang datang kesini untuk ngabuburit menunggu waktu berbuka puasa dan menikmati sunset. Para pedagang kaki lima juga sudah bersiap-siap menjajakan dagangannya. Tenda-tenda pun dipasang di pinggir pantai.

Meskipun warna air pantainya gak seperti hijau toskanya air laut di Pantai Maluk, Pantai Poto Batu memiliki panorama alam yang cocok untuk menanti sunset. Sunset disini katanya indah lhoo. Tapi sayang kami berdua gak sampai menikmati sunset di pantai ini karena agenda selanjutnya mencari kuliner khas Sumbawa Barat sekalian nyari menu buka puasa. hehehe.











Share:

Pasaji Ponan : Bentuk Syukur, Merawat Tradisi

Adat istidat serta budaya tak dapat dipisahkan dari suku-suku yang ada di Indonesia. Berbagai macam suku bangsa yang ada tidak bisa lepas dari budaya dan ritual adat yang dilakukan di setiap daerahnya. Adalah “Tradisi Ponan”, salah satu tradisi masyarakat yang dilaksanakan di salah satu kecamatan di Kabupaten Sumbawa, NTB tepatnya di Kecamatan Moyo Hlir.

Tradisi Ponan ini dilakukan pada saat padi akan berbuah (bunting). Pelaksanaan Ponan ini dari segi waktu tidak berubah, akan tetapi tidak juga pada tanggal yang sama di setiap tahunnya. Seperti pengalaman tahun sebelumnya Ponan ini dilaksanakan pada bulan Maret. Jadi dengan melihat kondisi dari padi itu sendiri dan awal masa tanam. Masyarakat dari tiga desa/dusun ini menunjukkan rasa syukur dengan mengadakan Ponan, yang dulu disebut “sedekah adat ponan”.

Masyarakat dari tiga desa/dusun tersebut adalah Dusun Poto, Dusun Lengas dan Dusun Malili yang secara bergiliran setiap tahun menjadi tuan rumah pelaksanaan Tradisi Ponan ini. Pelaksanaan adat ponan ini disambut meriah oleh masyarakat dengan berbagai macam kegiatan kesenian dan budaya serta membuat berbagai macam jajanan khas Sumbawa.

Tahun 2018 ini, Ponan jatuh pada hari minggu (11/02) dengan Desa Poto sebagai tuan rumah pelaksanaan Ponan, dengan tema “Festival Pasaji Ponan”. Pelaksanaan Pasaji Ponan ini dilaksanakan di sebuah tempat yang dikelilingi oleh sawah dari masyarakat itu sendiri (Orong Rea).

Wakil Bupati Drs. H. Mahmud Abdullah yang hadir dalam kegiatan ini, dalam sambutannya, mengatakan bahwa, tradisi ponan ini adalah bentuk rasa syukur masyarakat dengan berhasilnya panen pada tahun yang telah lalu dan berdoa agar panen tahun ini mendapatkan hasil yang baik pula.

Tradisi Ponan yang awalnya dilaksanakan dengan memanjatkan doa dan zikir. Namun dengan seiring berjalannya waktu, tradisi ponan telah menjadi salah satu event pariwisata. Wakil Bupati juga mengharapkan kepada Dinas terkait dalam hal ini Dinas Pariwisata agar event Pasaji Ponan ini dijadikan event tahunan dan masuk dalam COE Kabupaten, Provinsi bahkan Nasional.

Selain itu, Wakil Bupati yang akrab dengan sapaan Pak Mo’ ini mengharapakan agar dinas terkait melakukan penataan lokasi pelaksanaan Ponan ini. Hal ini dilatarbelakangi karena membludaknya pengunjung yang tidak hanya berasal dari 3 (tiga) desa/dusun, akan tetapi berasal dari luar kecamatan dan juga wisatawan asing untuk menyaksikan secara langsung kegiatan Pasaji Ponan ini.

Ada hal menarik dari Tradisi Pasaji Ponan ini, yaitu pada saat disajikannya penganan/jajanan khas, pengunjung yang hadir berebut untuk mendapatkan sajian dari dulang/baki sebagai tempat sajian tersebut. Ada rasa puas yang dirasakan oleh masyarakat yang hadir dalam Tradisi Pasaji Ponan ini serta makna yang tersirat adalah adanya rasa syukur dan kebersamaan yang terjalin agar dapat dipertahankan sebagai identitas Tau dan Tana Samawa. (GenpiLS)





Share:

5 Permainan Rakyat yang Harus Kamu Saksikan Saat Traveling ke Sumbawa

Sumbawa tak hanya terkenal dengan alamnya yang masih alami dan asri. Sumbawa memiliki permainan-permainan tradisional yang sudah turun temurun dilakukan oleh masyarakat Sumbawa. Awalnya permainan-permainan rakyat ini di adakan untuk memeriahkan moment-moment tertentu dalam masyarakat misalnya moment mulainya musim tanam padi, momen menyambut musim kemarau, moment menunggumasa panen, hingga moment setelah panen. Masyarakat merayakan dengan permainan-permainan yang selanjutnya menjadi tradisi yang meiliki daya tarik karena keunikan dan keseruan serta nilai-nilai yang terkandung dalam permainan rakyat ini. Tentu saja di mata para wisatwan baik domestik maupun mancanegara ini adalah sesuatu yang unik dan segar yang harus disaksikan ketika berada di Sumbawa. 

Apa saja Permainan /Event rakyat di Sumbawa yang tak boleh dilewatkan begitu saja? Mari kita mulai.

1. Barapan Kebo
Secara bahasa Barapan Kebo artinya Karapan Kerbau. Sumbawa adalah salah satu daerah yang memiliki banyak padang sabana yang membuat hampir sebagian besar masyarakat Sumbawa di luar ibu kota kabupaten memiliki hewan ternak. Nah salah satu hewan ternak yang banyak dimiliki adalah Kerbau selain Kuda, Sapi, Kambing dan lainnya. Kerbau memiliki banyak manfaat, selain daging dan kulitnya kerbau juga diberi tugas special membantu masyarakat petani untuk membajak sawah. Jadi ektika musim tanam mulai tiba, si kerbau dapat tugas tambahan lagi yaitu bertanding di arena berlumpur Barapan Kebo. Sepasang kerbau pilihan dipilih untuk mengenakan Noga di bawah lehernya, Selanjutnya sang Joki akan berdiri di atas bagian Noga lainnya untuk menyemangati si kerbau agar berlari sekencang mungkin menuju Saka', sebuah pasak yang menjadi finish. Pemenangnya dalah kerbau yang tercepat dan tertepat menyentuh Saka'. Selain dapat hadiah, sang juara harus melakukan aksi Ngumang, semacam speech dalam bentuk Lawas yang berima dan biasanya isinya lelucon-lelucon segar yang tak jarang mengundak sorak sorai dan gelak tawa penonton.

Kamu harus melihat event Barapan Kebo ini jika ke Sumbawa. Atau mau coba naik ke Noga? boleeh banget!

Foto : @Randalpatisamba
Foto :  @Raditya.maulana

2. Main Jaran
Kalau barapan kebo dilakukan pada saat awal musim tanam, maka Main Jaran dulunya diadakan ketika musim mulai kemarau. Tapi sekarang diadakan tidak harus di musim kemarau karena event main jaran sudah masuk ke dalam event-event Pariwisata Sumbawa dan diSupport oleh banyak pihak termasuk pemerintah. Arena Main Jaran juga semakin tertata dengan baik dan rapi. Hanya saja pesan mimin buat kalian yang akan menonton Main jaran jangan lupa siapkan sunblock atau jaket karena cuaca biasanya panas menyengat. Pilih posisi duduk di tribun penonton yang nyaman dan siapkan kameramu. 

Uniknya lagi main Jaran di Sumbawa memakai Joki cilik, jokinya adalah anak-anak kecil usia 4 -7 tahun. Jangan salah mereka memiliki ketangguhan dan keberanian yang kita sendiri belum tentu punya. Lepas dari pro dan kontra joki cilik, Main Jaran adalah permainan yang seru untuk diikuti. 

Foto : marcinkilarski
Foto : @ers_ega

3. Barapan Ayam / Sampo Ayam
Konon permainan ini sudah ada sejak tahun 70an dan konon lagi permainan ini berawal dari sebuah desa di Kecamatan Utan yang bernama Desa Pukat. Sebuah desa yang pada zaman dahulu merupakan bagian dari lautan. Terbukti dengan ditemukannya Sebuah Jangkar Raksasa yang terbuat dari Kayu berumur ratusan Tahun dan hingga saat ini masih kokoh dan bisa dilihat di pelataran Masjid Desa Pukat.

Back to Barapan Ayam, Jadi semakin hari Barapan Ayam semakin dikenal dan menjadi Permainan atau event di hampir semua wilayah Sumbawa bagian tengah hingga barat. Bahkan saat ini lebih sering diadakan di Taliwang ibu Kota Kabupaten Sumbawa Barat dengan event yang meriah dan bertabur hadiah-hadiah yang menggoda. 

Barapan ayam teknisnya gini genks..
Dua Ekor ayam diikatkan pada Noga (ukuran kecil dong, bukan Noga buat kerbau ya bisa mati ayamnya) kemudian seorang joki (jokinya gak perlu naik ke Noga sih) menggiring ayam dengan alat penggiring yang terbuat dari daun lontar yang bentuk seperti sapu lidi. Ayam akan berlari kencang dan harus mengenai Saka'. Yang dinilai sama seperti Barapan Kebo, kecepatan dan ketetapan. Uniknya ayam-ayam yang ikut kompetisinya adalah pasangan-pasangan ayam pilihan dengan bulu dan postur yang kembar identik. Dan tahukah kalian harga ayam-ayam ini bisa sampai berjuta-juta lho. Jadi jika kamu sedang di Sumbawa atau berencana ke Sumbawa luangkan waktu untuk menonton permainan rakyat yang satu ini.

Foto : kusuma_wardhana_
Foto : @highbrowamrullah
4. Karaci
kalau di Lombok ada Perisaian maka di Sumbawa ada Karachi. Sekilas memang sama tetapi secara teknis dan properti sangat berbeda. Jika Perisaian menggunakan Pemukul berupa Rotan kecil yang cetarrr dengan perisai tipis, di sumbawa menggunakan pemukul yang lebih besar ukurannya dengan perisai yang lebih tebal dan besar disebut Mangkar. Kostum Karaci dibuat tebal agar peserta tidak terlalu kesakitan dan wasitnya memegang gala dari bambu untuk melerai. Karaci adalah pertarungan dua pria, biasanya diadakan dalam event-event terntu saja misalnya acara Kesultanan, Event pemerintah dan semacamnya. Permainan ini kalau menurut mimin tidak cocok untuk ditonton anak-anak di bawah umur. Cocok untuk yang menyukai permainan-permainan extreme dan menantang adrenalin.

Oh iya, jika pernah ke Sumbawa maka kalian akan mlihat monumen Karaci di lampu merah tak jauh dari terminal Sumer Payung Sumbawa. 

Foto : pulausumbawanews.net
5. Barempuk
Barempuk ini adalah permainan Rakyat yang diadakan untuk menyambut musim panen padi. Barempuk adalah semacam permainan pertarungan antara dua pria dewasa dengan properti senjata berupa Rise Straw alias Batang Padi alias Jerami. Mereka akan saling menumbangkan dan menggosokkan jerami ke tubuh lawan. Kebayang dong gimana sakit sekaligus gatalnya. Yang kalah jelas yang paling sedikit berhasil menyentuh lawan atau yang tumbang duluan. Permainan ini di adakan di areal persawahan yang baru selesai panen. Hmmm.. kebayang yanaroma segarnya jeraminya. Pasti seru!

Foto :  @mtma_sumbawa
Foto : www.inovasee.com

Nah itu dia 5 Permainan Rakyat yang harus Kamu saksikan saat traveling ke Sumbawa. Jangan sampai terlewatkan ya. Selamat mengeksplor Keindahan dan Keunikan Sumbawa ya.
Share:

Book Your Holiday Here