Pantai Karang Bira’ dan Keunikan Penduduknya

Pantai Karang Bira

Selamat malam kawan-kawan blogger dan traveler!
Terkadang perjalanan hidup itu tidak selalu mudah dan baik-baik saja, ada saat-saat dimana masalah datang membuat oleng bahtera dan membuat kita terbangun dari kenyamanan kita. Bukan seperti apa masalahnya tapi seperti apa kita menyikapinya agar masalah yang datang bukan malah menjadi penghancur tapi menjadi sebuah pengalaman yang berharga atau menjadi sebuah pengingat bahwa hidup tidak selamanya indah, bahwa terkadang kita harus menyiapkan diri untuk sedih meskipun ditengah bahagia.

Sejatinya hidup memang masalah. Tanpa masalah hidup pastilah datar dan tak berwarna tapi jangan juga cari-cari masalah. Hanya mereka yang bijak menyikapi masalah yang bisa memetik hasil baik bahkan dari hal tidak baik yang menjadi masalah.

Oke baiklah, itu hanya sekedar intermezo. Sekedar pengingat untuk diri sendiri dan kita semua agar selalu berani menghadapi masalah, agar kita selalu siap dan bijak menghadapi masalah. Tidak ragu-ragu apalagi lari. Malam ini saya kembali ingin berbagi foto hasil jepretan saya tadi kemarin dan tadi siang saat jalan-jalan ke Pantai Karang Bira di sebelahnya Pantai La Pade yang terkenal itu. Tapi sebelumnya saya mau kasih tau kawan-kawan kalau Kampung Bira’ itu adalah kampung pendatang yang sudah ada sejak jaman dulu dan masih terjaga sampai sekarang.

Orang-orang di kampung Bira adalah keturunan pendatang dari Bulukumba – Makasar yang konon katanya manusia pertama yang mendiami desa pesisir itu adalah nenek moyang mereka yang kapalnya karam dan terseret ombak hingga ke Labu Pade. Jadilah mereka memulai hidup baru dan berkembang biak disana. Kebiasaan dan adat istiadat mereka tidak pudar oleh waktu. Mereka masih menggunakan bahasa asal mereka dalam kehidupan sehari-hari, masih melakukan pernikahan dengan adat asal, dan mereka menenun kain khas asal mereka. Ini yang unik, menenun kain adalah sebagai syarat seorang anak gadis sudah bisa disebut dewasa. Maksud saya, seorang gadis bisa dikatakan dewasa jika mereka sudah bisa mennyelesaikan satu buah kain tenun. hmmTapi sayangnya saya terlalu pagi ke Karang Bira’. Masih sepi dan saya agak malu-malu buat motret orang-orang yang sedang aktifitas karena mood saya waktu itu masih kurang stabil. Jadinya saya hanya hunting foto-foto di sekitar pantai Karang Bira’ Labu Pade. Untuk teman-teman tahu saya ke Karang Bira’ selepas sholat subuh dari tempat tinggal saya, berjalan kaki sendirian, cukup jauh dan lumayan untuk menyegarkan badan plus mengurangi isi lambung yang kebanyakan makan sahur.

Baca Juga:   Mengapa ke Sumbawa?

Nah, ini beberapa foto hasil jepretan saya di Karang Bira’ (Pantai Tano) :

Pantai Karang Bira

Pantai Karang Bira

Pantai Karang Bira

Pantai Karang Bira

Pantai Karang Bira

Pantai Karang Bira

Pantai Karang Bira

Pantai Karang Bira

Pantai Karang Bira

Pantai Karang Bira

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *